Posted in Thoughts

Pulang

Ada yang membuat kota ini menjadi rumah. Mengubah yang semula asing menjadi dermaga untuk berlabuh. Melenyapkan resah, dan menenangkan hati yang gaduh.

Yang setia mengingatkan bahwa hidup bukan roman picisan yang mengagungkan perpisahan. Dan jeratan kewajiban tak seharusnya meluruhkan untaian perasaan. Karena jarak ada untuk mencipta rindu yang menguatkan, sementara keterbatasan hadir untuk merekatkan “aku” dan “kau” dalam satu rangkaian.

Mungkin sudah saatnya tunduk pada kenyataan. Bahwa pulang, itu sesederhana merengkuh engkau ke pelukan.

 

Advertisements

Author:

An emotionally invested enthusiast of pop culture. Apathetic by design. Aesthetically offensive and eloquently candid. A sentimental heathen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s