Posted in Thoughts

Is it really a crime?

Iya, post ini akan membahas mengenai salah satu tindakan melanggar hukum, yaitu copyright infringement.

Yes, ladies and gentleman. Copyright infringement. Dan bagi kalian yang merasa bahwa ini sesuatu yang gak berhubungan sama kalian, then you’re in for a ride. Because copyright infringement is a part of our daily life.

I kid you not.

Let’s starts from something simple, shall we?

Siapa di sini yang anak YouTube? Berarti harusnya familiar sama tampilan ini kan?

blocked videosIni adalah hasil screencap gue atas salah satu video yang diblock beberapa hari setelah gue download (lucky me!) Maaf kalau pada gak familiar sama contoh videonya, ini video yang baru aja diblok sih, jadi masih nempel di otak. Dan anyway, Dancing9 itu seru loh! #kemudiansalahfokus

Harusnya pada familiar lah ya sama tampilan gitu, apalagi para youtube dwellers yang mungkin udah memumpuk dendam kesumat akibat sering dikerjain sama mereka. Ya gimana gak kesel. Pagi ngecek link, masih jalan. Malemnya pas dibuka lagi buat didownload, udah diblock. Troll abis kan? (Iya, ini adalah sebuah curhat colongan). Untungnya sih, thanks to hyperaccess, masih ada ban serep berupa DailyMotion, Vimeo, dan kalau niat (karena website ini berat abis sumpah. Server Cina sih) YinYueTai. Atau kalau terlalu malas, denger-denger sih blocked videos sebenarnya masih bisa ditonton dengan memanfaatkan site kayak HideMyAssOh, don’t be surprised. A fangirl must know at least this much to survive.

Balik ke blocked videos, para troll YouTube ini bisa dibilang adalah byproduct dari DMCA. Basically, video-video itu diblok karena telah melakukan copyright infringement. Dan gak cuma video-video itu aja loh sebenarnya.

http%3A%2F%2F25.media.tumblr.com%2Ftumblr_lqarzgcidq1qabn2bo1_250source: this tumblr

3s18gg (1)source: quickmeme

Gambar-gambar di atas dan entah stuff apalagi yang sering kita lihat di timeline twitter atau dashboard tumblr setiap harinya, sebenarnya juga merupakan bagian dari copyright infringement. Serius. Karena copyright infringement itu meliputi mereproduksi, mendistribusikan, dan membuat derivative worksAkibatnya, banyak industri-industri pemegang copyright yang merasa terancam oleh sirkulasi konten di internet dan lagi perang sama pelanggar copyright…termasuk para fans.

Iya, termasuk fans. Karena suka gak suka, para fans itu sebenarnya justru yang paling sering melanggar copyright. Kan mereka semua mengambil konten orang meskipun in the process, mereka menjadi kreator lagi dengan menciptakan konten baru (more about this whole fans and produsage thingy here, if you’re interested). Bahkan kalaupun didasari oleh niat baik untuk mengapresiasi karya yang mereka sukai, tetep aja para fans and their fanworks, selama itu merupakan derivative works, sebenarnya melakukan copyright infringements.

But is that a bad thing? No. At least, not necessarily.

Siapa di sini yang excited saat beberapa hari yang lalu, muncul pengumuman kalau Fantastic Beasts akan difilmkan? Atau semangat nonton The Hobbit dan menunggu-nunggu kelanjutan triloginya? Padahal sebenernya kan Harry Potter udah “selesai” dua tahun yang lalu. Sementara Lord of The Rings udah berakhir dengan diangkatnya Aragorn jadi raja satu dekade yang lalu. Dan kita gak sesering itu juga kan baca atau nonton ulang Harry Potter atau Lord Of The Rings?

Tapi toh kita tetep merasa bahwa HP dan LOTR merupakan bagian yang relevan dari hidup kita karena saat kita online, kita melihat gambar, .gif, quote, atau fanmade stuff lain yang berhubungan dengan hal-hal itu dan kita jadi tetep inget sama mereka. Tetep merasa kalau mereka itu penting dan my precious. And that’s exactly what fandom does. Fandom and all of their copyrights violations keeps related materials circulating and so people keeps talking about it. And in turn, those things stays relevant to our lives.

So in my humble and biased personal opinion, it’s not really a crime.  Justru industri-industri kreatif sebenarnya harus berterima kasih sama fandom karena tanpa fandom dan fans’ relentless rant, jualan mereka mungkin udah gak laku dan mereka harus mengeluarkan dana lebih untuk promosi. But with internet and fandom at their disposal, they have living-talking-completely free-billboards yang malah memberi mereka pemasukan tambahan.

What do you think?

Advertisements

Author:

An emotionally invested enthusiast of pop culture. Apathetic by design. Aesthetically offensive and eloquently candid. A sentimental heathen.

13 thoughts on “Is it really a crime?

  1. IT’S NOT A CRIME BECAUSE IF IT IS MY LIFE WOULD BE SO VERY HOLLOW AND EMPTY AND WHAT AM I DOING THIS WHOLE LIFE I CANNOT IMAGINE.

    On more serious note: HideMyAss itu cukup reliable tapi repot kalo harus buka banyak tab dari situs itu :”””””

    1. ME TOO ODG TIMELINE SAMA TUMBLR GUE BAKAL KOSONG DONG PADAHAL GUE BARU MULAI NUMBLR #malah

      Iyaya? Jarang nyoba juga sih sebenernya :” biasanya langsung kesel terus pundung hahahaha #shorttempered

  2. LOL WHAT IS HAPPENING HERE I HEARD FANGIRLS CRYING HERE hahaha
    Yeah…. I know….. semua orang melakukannya tiap hari apalagi fangirls seperti kita *facepalm* but again i think its not crime!!! Beneran bukan infringement kan kalo kita ga nyari untung dan ga merugikan? (Lupa… takut salah paham…) wkakaka

    1. To be very honest, post-post yang ada di sini memang sebenarnya adalah curhat terselubung fangirl dan merupakan usaha untuk mengkampanyekan fandom AHAHAHAHA
      Hmmm selama bukan untuk komersial, masuk ke fair use kan? Hahaha. Toh kita ngebantu juga kok :”) Kayak yang kamu bilang, dengan fanworks itu kita menciptakan attachment yang bikin makin “sayang” sama fandom terus rela berkorban waktu-tenaga-dan-duit demi mereka… #kemudiancurhat

  3. ngomong-ngomong soal mencari keuntungan…
    “kalo tidak mencari keuntungan, itu bukan infringement”, lalu bagaimana dengan orang yang memuat tulisan orang lain untuk menulis paper?

    1. Hmmm sebenernya keuntungan di sini cenderung mengarah ke profit alias keuntungan material sih Lun. Kalau nulis paper, IMO, itu gak secara langsung ngasih duit kan ya? Dan harusnya kalau di paper kita nulis tanpa kredit, akan jauh lebih mudah untuk dituntut atas dasar plagiarisme dan langsung merusak kredibilitas. Iya kan?

  4. wah iya kalau mau nonton satu video eh ternyata diblock, dan itu cuma satu-satunya -____-
    okeh baru tahu HideMyAss, tambah pengetahuan baru dari fangirl XP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s