Posted in Random, Thoughts

2013 and Commitment

Hai.

Udah tahun baru, lagi. Cepet ya. Gak kerasa beneran udah 2013. Rasanya masih aneh, ngucapin “tiga belas” dan bukan “dua belas”. Terutama setelah segala “The world is ending!” kemaren Desember.

*sigh*

Sejujurnya, saya malu sama diri sendiri. Sepanjang 2012, saya cuma nulis 7 post. 2011, juga cuma 7 post. Padahal sebelum sebelum itu, saya rajin banget lo ngeblog. Rajin aja pake banget. Apalagi jaman di blog lama yang demi apapun udah kayak diary itu. Malu-maluin aja. Sekarang kalau baca beberapa postingan disitu, rasanya pengen nangis dan jedukin kepala ke tembok dan teriak “KENAPA DULU GUE ALAY? KENAPA?!”

Apalagi kalau baca postingan tentang random person nugu satu itu. Aduh mak, aduh, dulu gue begok banget yak ;____; Malu banget najis. Lebih malu daripada waktu ketauan anak PR ngedengerin lagunya si oknum K (err oke, ini joke lokal…)

DAN OH MY GOD. SAYA BAHKAN BELUM MINDAHIN LIST TEMEN DARI BLOG LAMA KE BLOG BARU. SUMPAH DEH. BEGOK BANGET SIH INI. HADUH. Itu cuma ada berapa biji di list *facepalm*

Dan kayaknya link blog saya di tempat orang-orang juga masih blog lama. Hedeh. Malu sama diri sendiri Ri, malu.

(Terus ternyata visitor blog lama lebih banyak daripada blog ini. Heol)

Terus kenapa saya tiba-tiba ngeblog lagi? Hmm, gatau. Mungkin karena saya ngebaca postingan @shitlicous soal ngeblog, terus pengen ngeblog lagi.

But then, saya jadi ngebaca ngebaca-baca postingan lama. Dan saya jadi sadar bahwa sebenernya, dari blog ini, dari postingan-postingan itu (se-alay dan se-malu-maluin apapun), saya jadi bisa nostalgia, bisa inget diri saya yang dulu. Jadi inget bahwa once, my life was so colorful. Once, I think everything was worth documentating and worth talking about.

Once, I really wasn’t afraid to speak my mind. Out loud. And show it to the world.

Dulu, saya beneran gak takut buat ngomongin apa pun yang ada di otak saya di blog, di twitter. Dulu, saya bener-bener carefree dan gak peduli sama tanggapan orang.

Sekarang? Mana ada. Ngeblog aja males. Ngetweet juga males. Harus mikir. Ada citra diri dan persepsi yang harus dipertahankan. Hence the birth of the second account. Okay, mayoritas guna utama account itu buat spazzing sih…tapi paling gak, buat masalah itu, saya gak harus mikir dulu.

Hmm….

Mungkin resolusi saya di tahun 2013 ini simpel, secara saya juga bukan tipe orang yang jago ngejaga janji jangka panjang.

Saya harus bisa lebih jujur, gak terus-terusan nyimpen semuanya di dalam hati dan kepala. Saya harus bisa lebih terbuka dan welcome sama semua orang, gak sekedar diem aja dan berharap they will spotted me.

The world is moving forward, and so should I.

Dan mulainya simpel. Saya harus bisa lebih rajin dan lebih konsisten lagi ngeblog. Mumpung lagi liburan gak ada kerjaan, kan? Ayo bikin postingan yang banyak, dan dipost di timely basis. Jangan Power Ranger terus yang ditulis. Produktif Ri, produktif.

2013 ini bisa dibilang kesempatan buat mulai dari awal, setelah the-supposed-end-of-the-world di Desember 2012 kemarin. I’m still breathing, still alive, punya dua kaki yang bisa dipake jalan, dua tangan yang bisa dipake ngetik, otak yang bisa dipake mikir, mata yang bisa dipake ngeliat (biarpun minus dan silinder, admittedly), dan paru-paru yang bisa dipake bernafas.

I’m not good at commitment, I get bored easily. Tapi selama dua setengah tahun terakhir ini saya bisa bertahan sama satu ketertarikan, masak komit nulis blog setiap minggu aja gak bisa?

Semua dimulai dari habit, so I will try to bring back my old habit of writing and posting regularly.

 

 

Erlita Putranti,

Sebenernya, ini adalah versi edited dari postingan ini. Versi aslinya terlalu…jujur. Dan saya terlalu pengecut untuk menampilkan postingan itu. Terlalu takut sama konsekuensinya.

Nevertheless, hello 2013. Hello, commitment.

 

(Oh dan umm… Ri adalah kependekan dari Hyunri, cara anak-anak Power Ranger biasa manggil saya sekarang. And it feels nice buat dipake ketika saya pengen marah-marah ke diri sendiri atau pengen ngebego-begoin diri sendiri)

Advertisements

Author:

An emotionally invested enthusiast of pop culture. Apathetic by design. Aesthetically offensive and eloquently candid. A sentimental heathen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s