Posted in Thoughts

Tadinya saya berniat nulis tentang cerita malmingan sama mbak Hemas tadi malem, tapi terus mbaca tulisannya Hana di sini jadi pengen nulis tentang itu juga

Aku tau rasanya jadi Hana. rasa sebel dan sakit hati saat seseorang yang kita “bantu” itu mendapat nilai yang jauh lebih baik dari nilai yang seharusnya dia dapat, sementara kita yang “membantu” dia tidak mendapatkan hal yang sama. Sering kok aku ngalamin

Tapi aku juga ga bisa membantah kalo sampe sekarang aku masih sering menjadi orang yang “dibantu” itu. Masih sering minjem catetan karena pada dasarnya saya tipe orang yang males mendengarkan penjelasan dari guru dan tulisan guru guru saya itu biasanya sangat indah. masih sering ngeliat tugas dengan alasan sesimpel lupa, gak tau, dan males. masih sering ga ngerjain tugas kelompok dan cuma nyerahin ke temen lain dan nantinya berkata “habisnya dia ngerjain sendiri, jadinya tau tau udah selesai” dan kadang juga saya masih tanya saat ulangan karena saya terlalu malas untuk belajar

Saya ga bisa membantah itu semua. Saya memang bukan seorang pelajar rajin seperti Hana, Puri, atau Dhian yang rajin masuk dan selalu mendengarkan guru menjelaskan. Saya masuk sekolah dengan alasan nambahin absen. Kalo gurunya ga enak saya ga ndengerin atau malah bolos. Masih sering banget saya melakukan semua itu

Jadi waktu posisi saya berganti jadi orang yang “membantu” dan saya merasakan ga enaknya saat orang yang saya “bantu” itu dapet nilai bagus, entah sama seperti saya atau malah lebih bagus, ya saya ga berhak buat marah marah. ga berhak buat ngerasani orang itu. Toh kenyataannya saya juga sering melakukan itu. Saya juga sering dapet nilai bagus dengan menggunakan hasil kerja keras orang lain

Pengen bisa berenti “membantu” orang lain. Sebenernya kenapa sih saya masih “membantu” mereka?

Karena mereka temen saya? Karena saya kasian sama mereka? Karena saya ga enak sama mereka? emang kalo bersaing masih inget mana temen mana musuh? emang mereka juga kasian sama saya? emang mereka ga enak sama saya?

Karena selama ini mereka sering membantu saya? nyatanya biasanya mereka yang minta bantuan bukanlah orang yang biasa memabntu saya sehari hari. mereka yang biasa memberi saya bantuan sudah cukup pintar tanpa harus meminta bantuan saya

Atau alasan saya membantu mereka sesimpel ini : Karena saya pengen menunjukkan pada mereka kalau saya bisa dengan mudah mengerjakan soal soal yang menurut mereka sulit itu?

Jujur saya pengen bisa berenti “membantu” mereka. Karena saya sadar apa yang saya lakukan itu cuma bikin mereka males, membodohkan mereka, dan juga cuma bikin saya sakit hati

Tapi kalo saya sendiri masih butuh “bantuan” orang lain, sama aja munafik kalo saya menolak “membantu” mereka

Tapi saya bisa kok belajar

Dan kalau saya bisa kenapa kalian tidak?

Advertisements

Author:

An emotionally invested enthusiast of pop culture. Apathetic by design. Aesthetically offensive and eloquently candid. A sentimental heathen.

2 thoughts on “

  1. oke, aku baca blog kalian dan aku gak dong apa dan siapa.
    yang aku tau pasti kayaknya bukan aku, kenapa? tugas aja gak tau ada apa enggak, lagian gak mungkin kamu pinjem catetan ke aku kekekekekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s