The Duchess : There were three people in her marriage
Director : Saul Dibb
Writer : Jeffrey Hatcher, Anders Thomas Jensen, & Saul Dibb
Released on : September 2008
Casts : Keira Knightley, Ralph Fiennes, Dominic Cooper, Hayley Atwell
Georgiana’s life seems perfect. She’s beautiful, smart, charming, and she is the Duchess of Devonshire
Tapi suatu malam setelah pesta, ia menemukan seorang pelayan wanita keluar dari kamar tidurnya – sorry – naked, dan di dalam kamar itu ada suaminya sendiri, Duke of Devonshire, yang bersikap seolah ga ada yang salah
Next day, datang anak kecil bernama Charlotte yang ibunya baru saja meninggal, dan merupakan anak dari suaminya
Things get more complicated karena Georgina ga juga melahirkan anak laki laki. Lalu dia ketemu Bess, yang menjadi temennya. Dan Duke mengizinkan Bess tinggal di rumah mereka di Devonshire. In what intentions?
I love the story. Bagus men. Twistnya oke, dan akting pemaennya bener bener bagus
Nonton ini rasanya bener bener bisa ngerasain penderitaan Georgina. Betapa dia tersiksa, stres, dan sakit hati. Dan betapa dia punya hidup amat sangat miris sekali. Ckck. Kapan dia bahagiaa? Keira Knightley is cool
Dan Ralph Fiennes bener bener oke maenin peran sebagai William, Duke of Devonshire. He is such a bastard, kind of man all woman would hates, and such a cold hearted person. Sepanjang film, aku sampe terus terusan ngerasani si William. What kind of man would do such things?
Oh omong omong kalo aku ga salah yang jadi Charles Gray pernah maen di film setipe judulnya Sense & Sensibility. Manis deh :3
Btw nonton film ini rasanya miris banget. Karena ini satu dari sedikit film yang nunjukkin kalo love can’t solve everything. Even there’s something love can’t conquer
Endingnya apalagi. Oke. Banget. Such a heartbreaking ending, though i’m not sobbing :p
Pesen yg gw tangkep dari film ini, show your biggest smile and act likes everyhting is okay though it isn’t.
Dan jangan mau dijodohin ama nyokap tanpa sepengetahuan kalian :p
Duke of Devonshire: This will be the mistake of your life.
Georgiana, The Duchess of Devonshire: No, I made that many years ago.
Lady Spencer: When one truly loves someone, one doesn’t have to know them well to be sure, Georgiana. One feels it right away.
Charles Grey: Is it always like this?
Bess Foster: Well, as they say, the Duke of Devonshire must be the only man in England not in love with his wife.
Georgiana, The Duchess of Devonshire: Do you think of me when we’re not together?
Charles Grey: You ought to know I do.
Georgiana, The Duchess of Devonshire: You hesitated before you replied.
Charles Grey: No, I’m unused to being asked so directly. And by you of all people. I think of you all the time. I always have.
Cerita : 8 / 10
Setting : 8 / 10
Ending : 9.5 / 10
Overall : 8,5 / 10
The Damned United : They love me for what I'm not, they hate me for what I am
Director : Tom Hooper
Writer : Peter Morgan
Released on : March 2009
Casts : Michael Sheen, Timothy Spall, Colm Meaney
Brian Clough baru saja diterima menjadi manager first league top team, Leeds United, setelah ditinggalkan oleh manager sebelumnya, Don Revie, yang menjadi manager tim Inggris.
Tapi, Brian Clough punya masalah pribadi sama Don Revie. Dan bahkan sebelom dia memulai kerjanya di Leeds United, dia tampil di Yorkshire News, di mana dia dengan jelas menghujat Leeds United dan Don Revie
This time, Brian Clough must handle a team whom hate him, under Don Revie’s shadow, alone, without his best friend and assitant, Peter Taylor

What a nice movie. Ga nyesel nonton
Jalan ceritanya bagus, dan alurnya yang maju-mundur bikin film ini lebih misterius dan bikin penasaran. Cause we know what actually happens in the flashback, little by little. Buat yg udah ntn My Sister Keepers, bakal ngerasa kalo alurnya mirip, maju – mundur, tapi The Damned United lebih gampang dipahami soalnya ada tanggalnya :p
Ide ceritanya oke. Soalnya film tentang bola sering ada, tapi fokusnya pasti ke pemaennya. Sementara ini ke pelatihnya. Dan settingnya yang di England, negara pelopor sepak bola, juga bagus. Ditambah dengan aksen tokoh tokohnya yang catchy banget di telinga, bikin film ini cukup unforgettable
And don’t get it wrong. This isn’t a movie about football. It’s about a man, and how he struggle in the world of football. Tapi ya emang lumayan banyak adegan bolanya dan itu – I must admit – lumayan keren
And talking bout the ending, endingnya oke. Beda sama perkiraanku. Dan yes, it’s such a nice ending. One more thing to make this movie unforgettable
Oh btw di film ini f-words lumayan sering dipake. Buat yg ga suka misuh atau ga tahan denger orang misuh, ati ati aja. Bakal sering perlu tutup kuping, atau selesai nonton jadi suka misuh :p
Brian Clough: [to the assembled Leeds players] Well, I might as well tell you now. You lot may all be internationals and have won all the domestic honours there are to win under Don Revie. But as far as I’m concerned, the first thing you can do for me is to chuck all your medals and all your caps and all your pots and all your pans into the biggest fucking dustbin you can find, because you’ve never won any of them fairly. You’ve done it all by bloody cheating.
Brian Clough: If someone said I was wrong, we talk about it for 20 minutes and then we decide I was right.
Brian Clough: I wouldn’t say I was the best manager in the business. But I was in the top one
Cerita : 8/10
Setting : 8/10
Ending : 9 /10
Overall : 8,3 / 10
Over and out
Antz
Sang Pemimpi : Ayah nomor satu sedunia
Yay aku dapet premierenya
biarpun nontonnya sendirian dan sebelahku masya allah ributnya = =
Director : Riri Riza
Writer : Salman Aristo, Mira Lesmana, Riri Riza
Released on : 4 Desember 2009 (JIFFest) / 17 Desember 2009 (Bioskop)
Casts : Vikri Septiawan, Rendy Ahmad, Azwir Fitrianto, Lukman Sardi, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Nugie
Sang Pemimpi bercerita tentang persahabatan Ikal, Arai, dan Jimbron, serta usaha mereka dalam menggapai mimpi untuk sekolah di Sorbonne, Perancis
Setelah kepergian Lintang, Ikal dan ayahnya menerima kabar bahwa paman jauh Ikal telah meninggal, dan hanya menyisakan satu anggota keluarga, yaitu Arai, sang simpai keramat. Sejak pertama kali bertemu, Ikal dan Arai langsung bersahabat dekat. Bahkan, Ikal mengidolakan Arai. Seiring berlalunya waktu, mereka pun bertemu dan bersahabat dengan Jimbron.
Demi masuk SMA, mereka pun pindah ke Manggar, lalu bersekolah serta bekerja di sana
GILA INI FILM KEREN ABIS SUMPAAAAH. Jauh lebih keren dari Laskar Pelangi :3
Dari segi cerita, menurutku Sang Pemimpi ceritanya lebih kuat dan bener bener bisa mencapur adukkan emosi penonton. Lucunya dapet, senengnya dapet, sedihnya juga. Ada 3x air mataku ngalir pas nonton ini :B (tapi ga nangis yang lebay ya) Selaen itu, karena menceritakan masa SMAnya Ikal, film ini rasanya pas banget buat ditonton sama saya yang notabene anak SMA ini :B
Adegan adegan Ikal sama ayahnya, tearjerker banget. Favoritku yang pas Ikal – Arai – ibunya Ikal. Nangis nangis dah aku. Nonton film ini langsung inget ortu di rumah dan merasa ga berbakti = =
Dan semua adegan yang melibatkan Bang Zaitun, bikin ngakak. Arai juga goblok abis. Tapi manis pas kecil :p
Though, agak kecewa karena ga ada adegan saat Arai berantem sama Ikal
Opening scene-nya juga bagus banget. Dari ayahnya Ikal yg nyepeda dengan baju safari 4 kantongnya, terus ganti ke kehidupannya Ikal di Bogor. Dan endingnya oke. Bikin ketawa di saat terakhir. Dan suka banget sama pesen sebelom ending creditnya :3
Btw film ini entah kenapa rasanya lebih fokus ke Arai daripada Ikal. Dan ya, di film ini Arai digambarkan oke banget. Baik, suka nolong, setia kawan, bijak, gila, pd, sayangnya nggathel
Omong omong soal Arai, aku ngerasa aktingnya Ariel sebagai Arai dewasa biasa aja ah. Yang oke Nugie. Ga nyangka Nugie bisa secupu itu :p Dia dapet banget meranin Pak Balia. Btw ngeliat Pak Balia sama Pak Mustar, jadi iri. Kapan ya gw bisa dapet guru se-oke dan seperhatian itu sama muridnya = = Kalo semua guru kayak Pak Balia rajin deh gw sekolah. Sumpah.
This movie is simply extraordinary. Beneran deh. Worth it banget ditonton.
Arai : Tanpa mimpi dan harapan, orang-orang macam kita akan mati
Arai : Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi mimpi itu, Oscar Wilde
Pak Mustar : Kamu tau kenapa saya keras pada kalian? Karena saya ingin kalian bertahan dalam menggapi mimpi kalian. Kamu pikir jalan menuju mimpimu akan mulus?
Pak Balia : Kalian semua harus menyadari kekuatan kata kata! Jika kalian berhasil merangkai kata, kalian tidak hanya akan membuat kata yang indah, tapi juga menyentuh orang lain dengan apa yang kalian tulis dan kalian katakan!
Arai : Jangan mendahului nasib (satu quote bagus yang sayang banget ga masuk film ini)
Cerita : 9 / 10
Setting : 8 / 10
Ending : 8,5 / 10
Overall : 8,5 / 10
Over and Out
Antz
The Soloist : Life has a mind of it's own
Director : Joe Wright
Writer : Susannah Grant
Released on : April 2009 (USA)
Casts : Jamie Foxx, Robert Downey Jr, Catherine Keener, Nelsan Ellis
Awal awal nonton film ini, pasti bakal mikir ini film tentang apa to kok ga jelas banget. Yah, bagian awalnya emang lebih kayak perkenalan ke tokoh utama yaitu Steve Lopez, penulis di L.A. Times
The story begins when he walks in one part of the city, and he met this man, playing Beethoven’s songs using violin with only two strings very beautifully. His interest began when he found out that this man, Anthony Nathaniel Ayers Jr, was once a Juilliard student
Steve pun mencari berita tentang Nathaniel, di mana kita dibawa flashback ke masa kecilnya Nathaniel, dan dia nulis tentang itu di kolom korannya
Then, when an old woman who got touch by that story give her cello for Nathaniel, the real story began
Well I’m really pleased by this movie. Maybe it’s because I have no expectation about this movie. I don’t even know what’s the story of this movie before I watched it
However, this movie is interesting. Ceritanya ga umum. Who would ever tought a jenius Juilliard student will end up as a homeless in L.A? Twistnya juga oke. Ngeliat gimana Steve berusaha ngehandle Nathaniel yang emosinya labil, konflik di antara mereka, serta gimana perkenalan Steve dengan Nathaniel mempengaruhi hidup Steve lebih dari yang dia kira, bener bener fun
Dan satu lagi yang bagus dari film ini, disini kita disuguhin permaenan biola, cello, dan bahkan orkestra yang beneran bagus. And I like it
The orchestra scene and the Juilliard part kinda remind me to August Rush though :p
It also has a nice happy ending, though it’s not as happy as I want :p
However, alurnya film ini agak lambat, even I got a little bored while watched it. Dan saat saat harus dengerin Nathaniel babbling, though it is one of important thing about Nathaniel, I found it a little annoying. Hha
Dan tumben tumbenan, aku tidak menemukan satupun karakter yang menarik buatku di film ini. Kenapa? Karena tokoh utamanya dua duanya nyebelin.lol. But maybe, that’s what makes the story feels so real
Steve Lopez : I can tell you that by witnessing Mr. Ayers’s courage, his humility, his faith in the power of his art, I’ve learned the dignity of being loyal to something you believe in. Of holding onto it, above all else. Of believing, without question, that it will carry you home.
Cerita : 8 /10
Setting : 8/10
Ending : 7,5 / 10
Overall : 7,8 / 10
Over and Out
Antz
New Moon : If a rush of danger is what it takes to see him then that's what I'll find
Director : Chris Weitz
Writer : Melissa Rosenberg
Cast : Robert Pattinson, Kristen Stewart, Taylor Lautner, Dakota Fanning, Michael Sheen
Akhirnya kesampaian juga nonton New Moon! Setelah insiden waktu itu, rasanya puas banget bisa bener bener nonton premierenya, sama Ichetos lagi
Ga sia sia deh ngantri dari jam 7 sampe ga ikut upacara. Belom lagi si Avin sama Nia sama Shofy sempet diusir gara gara pake seragam. Si Avin malah diusir dua kali. Ckckck. Kasian banget.
I’m not gonna talk about the story here, however.Males.lol

Filmnya lumayan bagus. Ga sampe outstanding, but it’s good. At least it’s better than Twilight. New Moon ceritanya lebih gampang dipahami, lebih stick to the book, dan penggemar novelnya yang nonton ini ga bakal kecewa karena hampir semua adegan penting di bukunya dimasukkin ke film. Dari segi cerita, I like it. Biarpun New Moon adalah my least favorite dari Twilight Saga, tapi cerita filmnya menurutku lebih ringkas dan lebih bagus dari novelnya. Nonton film ini pasti bakal ngerasa sebel sama Bella dan ngerasa kasian sama Jacob
Selaen itu, film ini bikin penasaran pengen nonton Eclipse. Not gonna spoilt it however
Ntar ga seru dong nontonnya. Wkwkwk
However, kesan pertama setelah nonton film ini adalah, muak sama Edward dan Bella. Muak sama Edward karena yang maen Robert Pattinson dan dia make upnya menor abis. Bedak putih sama lipstik merahnya tu ga nahan -.-” mana dia lebay lagi. Ga suka saya. Apalagi pas adegan awal awal waktu dia jalan slo-mo di parkiran. Yaoloh, najis abis. Kenapa pada suka sih = = Belom lagi dia amat sangat posesif dan egois. Dia tu terlalu ngelindungin Bella, dan dia terus ninggalin Bella gitu aja.
Bella juga sama aja. Dibutakan Edward. Oke lah dia lagi jatuh cinta, tapi ga segitunya kan. Sampe depresi 3 bulan. Masyaoloh. Mana dia tu plin plan banget lagi. She tells Jacob she love him but she won’t be with him, so she ask him to not talk about it cause she don’t wanna hurt him. Gosh, it’s so cruel. It’s like giving him an empty hope. - maaf kalo komentar saya emosional banget.teringat sesuatu - Dan yang paling parah, dia menantang bahaya cuma buat liat hantu-nya Edward. Dan lebih parah lagi adalah rela mati demi Edward. Come on = =
Terus mereka itu terlalu lengket satu sama lain. Bisa diliat dari reaksi temen temennya Bella kalo sejak dia sama Edward, dia jadi lupa sama temen temen lamanya - Which actually kinda remind me to someone who watched new moon with me. ehem -
Gimanapun juga, new moon is better than twilight, dan sebagai fans novelny, aku suka sama film ini
Oh dan satu keistimewaan film ini, bener bener bisa dipake cuci mata. lol. Mulai dari Quileute pack yang semuanya hot banget dan sangat enak dilihat, apalagi Taylor Lautner. Aku ngefans deh :p Demetri (Charlie Bewley) sama Alec (Cameron Bright) terus Jasper (Jackson Rathbone) juga oke. buat yang cowok bisa nontonin Alice (Ashley Greene) sama Jane (Dakota Fanning)

Edward Cullen: I love you. You’re my only reason to stay alive… if that’s what I am.
Bella Swan: You’re sort of beautifulJacob Black: How hard did you hit your head?
Rosalie Hale: I wish there had been someone there to vote no for me.

Jacob Black: It’s because of him, isn’t it? Look, I know what he did to you. But Bella, I would never, ever do that. I won’t ever hurt you. I promise. I won’t let you down. You can count on me.
Jacob Black: Do you remember when we were walking in the beach of La Push back then? When I tell you a story?Bella Swan: Yes. You tell me about..vampiresJacob Black : I guess I know why you only remembered that part
My Sister's Keeper

Anna Fitzgerald (Abigail Breslin) adalah anak umur 11 tahun yg dilahirkan untuk membantu kakaknya, Kate Fitzgerald (Sofia Vassilieva) bertahan hidup dari promyelocytic leukemia. Saat keadaan Kate bertambah kritis, sang ibu, Sara Fitzgerald (Cameron Diaz) ingin Anna menyumbangkan ginjalnya
Di luar dugaan, dengan bantuan kakaknya, Jesse Fitzgerald (Evan Ellingson), Anna justru menyewa pengacara sukses Campbell Alexander (Alec Baldwin) untuk memperoleh medical emancipation atas dirinya sendiri.
Dipadukan dengan keadaan Kate yang kian kritis, jelas ini memicu keretakan dalam keluarga Fitzgerald. Terutama ketika sang ayah, Brian Fitzgerald (Jason Patric) dan Sara mulai berbeda pendapat tentang apa yang harus mereka lakukan. Sebagai tokoh “hitam” dalam film ini, Sara maju ke persidangan melawan Anna supaya ia bisa membuat Anna mendonorkan ginjalnya pada Kate
Seriously, this movie is such a tearjerker. Dialognya keren, musiknya oke, dan hampir tiap adegannya bener bener menyentuh hati. Dipadukan dengan flashback yang egak cuma memberi kita keterangan tentang kejadian yang telah lalu, tapi juga memberikan kenyataan kenyataan yang cukup membuat terhenyak
Good story, nice twist, and such a beautiful yet sad ending. This movie is really worth to watch
Anna Fitzgerald : Most babies are accidents. Not me. I was engineered. Born to save my sister’s life.
Kate Fitzgerald : I dont mind my disease killing me, but it’s killing my family to.
Campbell Alexander : So you stand for your family?Sara Fitzgerald : YesCampbell Alexander : And you stand for Kate?Sara Fitzgerald : YesCampbell Alexander : Then who’s gonna stand for Anna?
Antz.
Berurai air mata nonton ini
The Secret Life of Bees
Kali ini saya mau meresensi buku dan film adaptasinya ![]()

The Secret Life of Bees adalah film / buku tentang Lily Owen (diperankan oleh Dakota Fanning), anak piatu yg punya memori mengerikan bahwa dia membunuh ibunya waktu dia 4 taun. Dia tinggal sama ayahnya di perkebunan buah peach, dan ayahnya adalah tipe ayah yang bikin semua orang ngerasa “Amit amit dah punya ayah kayak gitu” Untungnya, ada Rosaleen (diperankan Jennifer Hudson) pengasuhnya Lily yang bisa dianggep pengganti ibunya Lily
Nah, secara Rosaleen itu kulit hitam, dan pada waktu itu – lupa taunnya sayak. Pokoknya jaman baheula lah – rasisme masih merajalela, pas Rosaleen mau mendaftarkan diri sebagai pemilih – waktu itu jaman awal awal banget orang kulit hitam boleh ikut pemilu – dia menghina 3 orang paling rasis di kotanya. Walhasil Rosaleen dipenjara dan dipukulin
Lily yang takut keilangan Rosaleen dan ga mau tinggal berdua sama T.Ray – bokapnya - pun bantuin Rosaleen kabur dan mereka pergi ke Tiburon, kota tempat Deborah, ibunya Lily, dulu tinggal. Harapannya, dia bisa tau apa ibunya bener bener ninggalin dia seperti kata T.Ray, atau T.Ray cuma boong. Di Tiburon, mereka nemu madu berlogo Bunda Maria berkulit hitam, sama kayak gambar yang dipunyain ibunya
Lily sama Rosaleen akhirnya ke tempat pembuat madu itu, dan ketemu keluarga Boatwright. August (diperankan Queen Latifa), May, sama June. Lily ngarang cerita dan August ngizinin dia sama Rosaleen tinggal, bahkan ngasih mereka pekerjaan. Tapi June ga suka sama mereka. Dan selama masa dia tinggal di sana, Lily nemuin banyak hal yang ga dia duga, including love
Aku nonton filmnya udah lumayan lama, tapi terus kemaren pas menjelajah perpus nemu bukunya. Iseng iseng baca deh. Emang ada beberapa bagian yang beda untuk mendramatisasi – jelas - tapi overall, jalan cerita dan inti pesannya sama
Baik buku maupun filmnya sama sama bagus. Tapi mungkin lebih dong nonton filmnya ya, secara ada soal lebah lebah gitu kan dan lebih mudah dipahami kalo dilihat bukannya dibaca - karena jujur saya sendiri agak ga dong baca bagian bagian soal lebahnya. lebih dong nonton filmnya maklum agak DDR - lagian kalo nonton filmnya bisa lebih kerasa atmosfernya men. Bisa kebawa beneran sama ceritanya
Ditambah lagi pesannya tu keren. Orang orang yang direndahkan oleh orang lain, belom tentu adalah orang yang bener bener rendah. kadang, jsutru dari mereka kamu bisa belajar pelajaran2 penting tentang hidup. Dari mereka kamu bisa belajar tentang sifat2 baik. Dan dari mereka kamu bisa belajar untuk menghargai hidup
Such a nice and sweet story to watch, or read. Recommended
Zach Taylor: Miss August told me about you being here helping out. She didn’t mention anything about you being white.
Lily Owens: Maybe she didn’t notice.
August Boatwright: Some things in life, like the color of a house, don’t really matter. But lifting someone’s heart? Now, that matters.
Antz,
Every little things wants to be loved
He's Just NOT That Into You

Beberapa minggu yang lalu abis baca review soal film ini di sini, terus jadi pengen nonton. Dan akirnya tadi malem nonton DVDnya deh
I LOVE THIS MOVIE
Ceritanya tentang 9 orang berbeda, 5 cewek, 4 cowok, yang secara sadar maupun ga sadar, hidupnya saling berhubungan. Tokoh utamanya kayaknya sih Gigi. Secara fotonya paling gede. Naratornya juga dia kok :p
Ceritanya agak agak complicated jadi males deh ngebahas ceritanya daripada aku malah menceritakan ulang tu film kan ga seru gitu men
Kekurangannya sih ya menurutku sebenernya scenenya Mary tu ga terlalu penting. Sangat ga penting sejujurnya. Abis kesannya dia cuma tempelan gitu sih. Mana happy endingnya dia Connor - sorry spoiler
– tu agak terlalu mekso dan hampir tidak mungkin terjadi di real life. Mana si Mary tu kasian banget e bikin miris.lol
Cerita segitiga - atau segiempat - antara Connor – Ben – Anna – Janine juga keren. Abis. Dan endingnya keren. Sangat nyata. Dan sangat menganut prinsip good guys will win.lol
Scene favoritku? Gigi sama Alex. Selain karena Alex memberi banyak pelajaran berharga soal cowok - lol - juga karena ceritanya mereka agak nohok. Dan mengingatkanku pada seseorang - ada yang merasa? - Bedanya mereka happy ending. Aku emboh – lah malah curcol -
Tapi sebenernya ceritanya gampang ditangkep kok, karena toh masalah yang dibahas itu masalah yg biasa terjadi di lovelifenya siapapun. Yang agak ribet cuma hubungan antar karakternya. Kalo ga gampang apal muka orang - kayak aku – bisa bisa agak bingung ini siapa itu siapa soalnya karakternya banyak sih. Awal awal aja aku rada bingung mbedain tokoh tokohnya huehehehehe
Gimanapun juga, film ini bener bener ga ngecewain. Ringan, gampang ditangkep, tapi sekaligus ngasih pelajaran yang berharga – dan gampang ditangkep – soal lovelife – dan terutama soal cowok :p - daaan yang terutama quotesnya keren kereeeeeeeen
Gigi: We are all programmed to believe that if a guy acts like a total jerk that means he likes you.
Alex : Why do women do this? Build up this stuff in their minds, take each little thing a guy does, and then twist it into something else?
Gigi : I would rather be like that, then be like you.
Alex : Excuse me? What’s that supposed to mean?
Gigi : I may dissect each little thing and put myself out there so much but at least that means that I still care. Oh! You’ve think you won because women are expendable to you. You may not get hurt or make an ass of yourself that way but you don’t fall in love that way either. You have not won. You’re alone. I may do a lot of stupid shit but I’m still a lot closer to love than you are.
Alex : So trust me when I say if a guy is treating you like he doesn’t give a shit, he genuinely doesn’t give a shit. No exceptions.
Gigi : That the exception and we’re not the exception we’re the rule.
Gigi : Girls are taught a lot of stuff growing up: if a boy punches you he likes you, never try to trim your own bangs, and someday you will meet a wonderful guy and get your very own happy ending. every movie we see, every story we’re told implores us to wait for it: the third act twist, the unexpected declaration of love, the exception to the rule. but sometimes we’re so focused on finding our happy ending we don’t learn how to read the signs. how to tell the ones who want us from the ones who don’t, the ones who will stay and the ones who will leave. and maybe a happy ending doesn’t include a guy, maybe it’s you, on your own, picking up the pieces and starting over, freeing yourself up for something better in the future. maybe the happy ending is just moving on. or maybe the happy ending is this: knowing after all the unreturned phone calls and broken-hearts, through the blunders and misread signals, through all the pain and embarrassment… you never gave up hope.
The last one is my favourite
And honestly, I love this movie cause it’s help me making this decision
Maybe I’m the rule. Maybe he’s not into me. Maybe I’ll be his exception. Maybe those fairy tale will eventually happen in my life. I don’t know
The only thing I know is that I’m tired of trying to get close to you, and I quit that
It’s up to you now
Antz,
Btw, baru sadar. Semua quote yang kupajang itu isinya cuma dialogny Gigi sama Alex -.-”
Death Defying Acts

I just watch Death Defying Acts this afternoon, alone, again
Jangan ketipu sama judulnya yg pake kata Death. Jangan ngarepin aksi aksi menantang maut atau perang yg edan edanan kalo nonton film ini. One word to describe it : drama.
Judul Death Defying Acts lebih mengacu ke aksi aksi sulapnya Harry Houdini a.k.a The Great Houdini yg menantang maut. Bukan buat nggambarin filmnya secara keseluruhan. Yah, biarpun film ini tetep berkaitan erat dengan “death” sih
Ceritanya, The Great Houdini nantang semua paranormal. Dia bakal ngasih $10.000 buat siapapun yg bisa nebak pesan terakhir dari ibunya buat si Houdini – yg cuma Houdini yg tau- atau bisa menghubungkan si Houdini sama ibunya lewat arwah. Dan sejauh ini, ga ada satu orang pun yg berhasil.
Nah, ada ibu anak, Mary ama Benji *Benji cewek, FYI* yg sehari harinya hidup dari ngadain pertunjukan cenayang palsu. Mereka miskin, dan mereka berniat untuk nyambut tantanganny Houdini.
Awalny mereka juga diremehin, tapi entah kenapa setelah ngeliat Mary, Houdini ngerasa mereka asli. Dan dia mau ngadain pembuktian, kalo Mary itu cenayang asli. Dannn perlahan tapi pasti, mereka *Houdini sama Mary, bukan Houdini sama Benji. Dia bukan pedophil* saling jatuh cinta
Sampe si Mary lupa kalo tujuan awalnya adalah dapet duit $10.000. Tapi hubungannya Houdini sama Mary ega direstui Benji dan Mr. Sugarman – manajernya Houdini -
Yang ga diketahui Mary dan Benji, Mary itu mirip banget sama ibunya Houdini pas masih muda. Pas tau, Mary langsung emosi. Dia merasa dikhianati sama Houdini. Apalagi pas hari – H pertunjukanny Mary, dia disuruh Houdini pake gaun pengantin ibunya Houdini. Mary makin marah deh.
Kali ini aku ga ngasih spoiler deh :p yg jelas i love the ending, biarpun agak, hmm, sad sih
and there is one hidden surprising fact. nice twist before the end :3
Satu satunya hal yg mengganggu pas nonton ni film, sebelahku tu orang pacaran. Dan mereka mbojo. Ga cuma itu, cewekny juga makan. Ples, mereka ngomong terus. Dan, cowoknya itu ukuranny agak, err, gede, dan dia makan tempat. Sandaran tanganku sampe dimonopoli. Jadi, yeah, ga PW deh pas nonton
Btw kayakny nonton ni film sambil mbojo asik, soalny romantis sih
Antz
Jadi movie addict
UP!!!
Yeah aku dah nonton UP loooo
Yaa aku tau emang telat. Tapi yang penting kan aku dah nonton. Nyiahahaha,
The movie was so funny. I’m laughing A LOT. Yeah, emang si agak menyentuh. Cuma entah hati gw udah berubah jadi batu emang batu padahal atau emang moodku terlalu bagus untuk merasa sedih apalagi cuma gara gara film. gengsi men! jadinya aku ga kesentuh sama sekali tuh. LOL. Tapi yaaa emang lumayan menyentuh, walaupun tipikal film keluarga dan ceritanya ya biasa laaaah. Ketebak gitu alurnyaa. But it’s fun though
Lanjut, abis nonton kan langsung pulang tuh. kayaknya belakangan ini aku kalo nonton langsung pulang mulu yak?ga pake mampir2 gitu tapi sampe rumah mobil gue kagak ada. Setelah memproses di otak selama sekian detik atau menit ya?
inget kalo ayahku dateng hari ini. Jadi ya paling pada jemput. nah masalahnya adalah artinya rumah kosong. Wottt. Untung aja hari ini bawa kunci rumah. Soalnya sebenernya males bawa kunci rumah. Jadi satu sama kunci motor e iya kunci motorbarubelitapidahdipakenabrak yg belom bisa kubawa ke skul itu. Hiks Kan ya gimana gitu bawa kunci motor tapi ga bawa motor. Bisa dibayangkan kan tingkat kewaguannya kayak apa? Yep, amat sangat wagu
Oh dan btw, tadi kan aku sama Debri mbojo JUALAN okee? bukan bener bener mbojo.aku masih normal Trus di depan kita ada Mas Bayu dan Mas Pasga lagi jalan bareng dan tanganny Mas Pasga ngerangkul bahunya Mas Bayu gitu so sweet pokoknya :p Trus kan aq blg ke debri “eh eh so sweet ya.huahaha” debri ngeliat blg “iya.gimana kalo kita juga?” trus aku ma dia niruin to, trus manggil “mas bayu!” pas mreka noleh kita bilang ”sama lo” trus ktawa ngakak. Mereka blg “wah asem”. ROFL Sayang banget tadi ga kufoto. Padahal lumayan lo kalo aq moto mereka dari blaka ng, trus nyuruh sapa gitu moto aku ma debri dri blakang, kan lucu banget tuh kalo masuk blog. huahahaahaha




















